Abuya KH. Mahfudz Syaubari

“Proses pendidikan sejatinya bukan hanya sebatas transfer ilmu pengetahuan, melainkan sebuah perjalanan suci untuk membersihkan hati, membentuk akhlak mulia, serta mencetak karakter yang kokoh. Di sinilah pendidikan menjadi sarana tazkiyah—penyucian jiwa—agar setiap insan tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga jernih dalam nurani dan teguh dalam kepribadian.

Mahasiswa sebagai generasi pasca-SLTA berada pada fase yang sangat strategis dalam pembentukan jati diri. Pada usia ini, mereka memiliki energi, semangat, dan idealisme yang luar biasa. Maka, sudah sepatutnya kampus memberikan ruang untuk menumbuhkan potensi terbaik mereka, sesuai dengan bakat, minat, dan talenta masing-masing. Dengan demikian, perguruan tinggi bukan sekadar tempat menimba ilmu, tetapi juga kawah candradimuka yang mengasah kepekaan hati, mengembangkan kecerdasan intelektual, sekaligus melatih keterampilan fisik yang akan menopang kehidupan mereka di masa depan.

Kami meyakini, melalui pendidikan yang integral—yang menyatukan hati, otak, dan keterampilan—akan lahir generasi berdaya saing global, namun tetap berpijak pada nilai-nilai spiritual dan budaya luhur bangsa. Inilah visi yang melandasi berdirinya STIES Riyadlul Jannah Mojokerto, sebuah ikhtiar kecil namun bermakna untuk mencetak insan ulul albab, yang siap menjadi penerus bangsa sekaligus khalifah Allah di muka bumi.”

Abuya KH. Mahfudz Syaubari

Pendiri dan Pengasuh Ponpes Riyadlul Jannah, Pacet, Mojokerto

Abuya Kh. Mahfudz Syaubari

KH. Mahfudz Syaubari MA

Pendiri dan Pengasuh Ponpes Riyadlul Jannah, Pacet, Mojokerto