STIES Riyadlul Jannah Mojokerto dan Pemkab Mojokerto Tandatangani MoU: Beasiswa Tahfidz untuk Putra Daerah Dorong Pembangunan Berkelanjutan
Mojokerto, 26 Agustus 2025- Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah (STIES) Riyadlul Jannah Mojokerto dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk meningkatkan pembangunan daerah melalui Tridharma Perguruan Tinggi. Acara yang berlangsung di Pendopo Graha Maja Tama ini juga menandai peluncuran program beasiswa tahfidz khusus bagi mahasiswa dan mahasiswi tahfidz yang merupakan putra-putri asli daerah Mojokerto, sebagai upaya membangun sumber daya manusia (SDM) unggul berbasis nilai-nilai keagamaan.
Penandatanganan naskah kesepakatan bersama ini melibatkan Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra (Gus Barra), dan Ketua STIES Riyadlul Jannah, M. A. Rofiq. Dan beberapa Kampus Swasta di Mojokerto. Kolaborasi ini bertujuan untuk mengintegrasikan peran perguruan tinggi dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat guna mempercepat kemajuan wilayah. Gus Barra mengumpamakan inisiatif ini bagaikan “menanam pohon yang berpotensi besar”, di mana hasilnya akan dipetik di masa depan melalui kontribusi nyata dari lulusan yang terampil dan berintegritas.

Program beasiswa tahfidz menjadi sorotan utama, di mana Pemkab Mojokerto akan memberikan dukungan finansial kepada mahasiswa tahfidz di STIES Riyadlul Jannah yang berasal dari Mojokerto asli. Beasiswa ini mencakup bantuan biaya kuliah dan fasilitas pendukung hingga lulus, dengan syarat penerima harus menunjukkan prestasi hafalan Al-Qur’an minimal 10 juz. Proses seleksi telah dilakukan melalui mekanisme SPMB (Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru) 2025.
Acara ini digelar pada Selasa siang, 26 Agustus 2025, di Pendopo Graha Maja Tama, Mojokerto, dengan dihadiri perwakilan perguruan tinggi setempat dan tokoh masyarakat. Inisiatif ini lahir dari kebutuhan untuk mengatasi tantangan pembangunan daerah, seperti peningkatan kualitas SDM dan pengembangan ekonomi syariah, di tengah potensi besar Mojokerto sebagai pusat pesantren. Melalui MoU, STIES Riyadlul Jannah akan terlibat dalam program penelitian bersama Pemkab, seperti pengembangan UMKM berbasis syariah dan inovasi wisata religi, sementara beasiswa tahfidz diharapkan mencetak “santripreneur” yang mampu menggabungkan ilmu agama dengan kewirausahaan modern.

Menanggapi kolaborasi ini, Ketua STIES Riyadlul Jannah Mojokerto, M. A. Rofiq, berharap “Semoga inisiatif ini membawa keberkahan bagi masyarakat Mojokerto, sekaligus mendorong investasi human capital yang menjunjung integritas dan berorientasi keberlanjutan.”
Kolaborasi ini bukan yang pertama; sebelumnya, pada Mei 2025, Pemkab telah melakukan sosialisasi beasiswa berprestasi di STIES, diikuti MoU simbolis. Kini, dengan penekanan pada putra daerah, program ini diharapkan semakin inklusif dan berdampak luas, memperkuat identitas Mojokerto sebagai kabupaten berbasis pendidikan Islam.


