Kuliah Umum Bersama LAZIS Nurul Falah: Menumbuhkan Mindset Amil dan Mimpi Besar Membangun Umat
STIES Riyadlul Jannah Mojokerto sukses menyelenggarakan kegiatan Kuliah Umum bersama LAZIS Nurul Falah pada Selasa, 6 Januari 2026, bertempat di Meeting Room Riyadlul Jannah. Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 13.00 hingga 15.30 WIB dan diikuti oleh seluruh mahasiswa dan mahasiswi STIES Riyadlul Jannah Mojokerto dengan penuh antusias.
Kuliah umum ini diselenggarakan sebagai upaya kampus dalam memberikan wawasan keislaman dan sosial kepada mahasiswa, khususnya terkait peran strategis lembaga zakat serta pentingnya membangun mindset amil sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam membangun umat. Kegiatan ini juga menjadi sarana pembekalan nilai keberanian, kepedulian, dan fokus dalam berjuang di jalan dakwah sosial.
Hadir sebagai narasumber utama, M. Ainun Najib, selaku Manager Program LAZIS Nurul Falah, yang menyampaikan materi tentang mindset amil. Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa seorang pemuda harus memiliki keberanian dalam mengambil peran dan tanggung jawab sosial. Ia juga menyampaikan bahwa di antara rukun Islam, zakat memiliki hubungan langsung dengan manusia, sementara rukun lainnya lebih menekankan hubungan vertikal dengan Allah SWT. Hal ini menunjukkan bahwa zakat merupakan instrumen penting dalam membangun kesejahteraan umat.
Narasumber kedua, Akbar Trio Mashuri dari LAZIS Nurul Falah Pusat, memaparkan materi mengenai peta konsep alur pendampingan. Ia menjelaskan pentingnya fokus dalam menjalankan program pemberdayaan, karena sesuatu yang dikerjakan secara fokus akan lebih mudah dicapai dan dikembangkan secara berkelanjutan. Dalam pemaparannya juga diperkenalkan konsep blueprint, yaitu mimpi besar membangun umat, serta white print, yakni langkah dan cara kerja konkret agar mimpi tersebut dapat terwujud.
Sementara itu, Adi Sugeng Pribadi, perwakilan LAZIS Nurul Falah Mojokerto, menyampaikan pemaparan mengenai berbagai program LAZIS Nurul Falah di wilayah Mojokerto. Ia juga menyinggung sejarah regulasi zakat di Indonesia, di mana Undang-Undang tentang zakat mulai dirumuskan pada masa kepemimpinan Presiden B.J. Habibie dan kemudian diresmikan pada masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan zakat memiliki landasan hukum yang kuat dalam sistem kenegaraan.
Dalam sesi penutup, para pemateri juga mengangkat keteladanan Abu Ubaidah bin Jarrah, salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang dijamin masuk surga karena amanahnya sebagai seorang amil. Kisah ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk meneladani nilai kejujuran, amanah, dan dedikasi dalam mengabdi kepada umat.
Melalui kegiatan kuliah umum ini, diharapkan mahasiswa STIES Riyadlul Jannah Mojokerto mampu memiliki wawasan yang lebih luas mengenai peran zakat dan lembaga amil, serta tumbuh semangat untuk berkontribusi aktif dalam membangun kesejahteraan umat dengan keberanian, fokus, dan visi yang jelas.






